Sumbar Raya---Di bawah rintik
hujan yang turun semenjak sore, tidak menyurut antusiasme masyarakat
menyaksikan
acara penutupan alek gadang yang sudah berlangsung semenjak 27/10 yang
dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy.
Selama 3 hari
ini, masyarakat Tanah Datar sudah menyaksikan berbagai pagelaran budaya mulai
dari acara pembukaan yang menampilkan tari kolosal, arak-arakan 1.125 jamba
yang dibawa bundo kandung dari 75 nagari, pawai budaya yang diikuti delegasi
budaya Malaysia, provinsi tetangga, kabupaten/kota se-Sumatera Barat dan utusan
14 kecamatan Tanah Datar.
FPBM yang sebelumnya bernama
Festival Pagaruyung ini juga diisi berbagai festival seni dan budaya digelar di
antaranya festival randai, festival
penyanyi pop minang tingkat umum se Sumatera Barat, festival tari kreasi, lomba
alua pasambahan se Kabupaten Tanah Datar.
Begitu juga rangkaian yang
kegiatan memeriahkan FPBM seperti Gelanggang Siliah Baganti (GSB) yang
menampilkan atraksi 800 pesilat dari berbagai sasaran silat di Tanah Datar, Pacu
Jawi, Pacu Kuda, Pagaruyung Expo dan Pameran Nasional Cagar Budaya yang digagas
BPCB Sumatera Barat.
Akhirnya Sabtu
malam, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi menutup secara resmi rangkaian
kegiatan Festival Pesona Budaya Minangkabau (FPBM) tahun 2016 di Istano Basa
Pagaruyung.
Bupati
Irdinansyah Tarmizi di kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada
Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah
Provinsi Sumatera Barat, Forkompinda Tanah Datar dan Padang Panjang BUMN/BUMD,
Pihak Swasta, Tokoh-tokoh perantau, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda dan
semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan yang cukup besar ini.
Penghargaan
khusus disampaikan kepada BPCB Sumatera Barat yang sukses mengangkat Pameran
Nasional Cagar Budaya diikuti 15 UPT Kebudayaan dari penjuru nusantara, Museum
Adytiawarwan Padang dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.
Irdinansyah
sampaikan Gubernur Sumatera Barat telah menetapkan FPBM adalah milik Tanah
Datar dan agar tetap dilaksanakan setiap tahunnya. "FPBM ini tidak digilirkan
ke kabupaten/kota lain di Sumatera Barat tetapi telah menjadi milik Tanah Datar
dan agar tetap dilaksanakan setiap tahunnya," ucap Irdinansyah mengulang
kalimat Bapak Gubernur Irwan Prayitno saat pembukaan festival.
"Melihat
semangat masyarakat untuk menyaksikan dan menyukseskan FPBM ini, maka
pemerintah daerah tetap mengagendakan setiap tahunnya dan akan ditingkatkan
pelaksananaanya dengan melibatkan peserta yang lebih banyak lagi baik dalam dan
luar negeri," tuturnya lagi.
"Bulan oktober
kita jadikan bulannya Festival Pesona Budaya Minangkabau, selamat bertemu
kembali pada kegiatan yang sama pada tahun depan insya Allah," harap
Irdinansyah yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan masyarakat yang
memadati halaman Istano Basa Pagaruyung.
Lebih lanjut
bupati harapkan pelaksanaan FPBM ini di samping dapat mengembangkan dan
melestarikan kesenian tradisional Minangkabau sebagai aset budaya bangsa, dapat
menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan dan kesenian Minangkabau dan menjadi
ajang promosi pariwisata Tanah Datar dan Sumatera Barat.
Sukses
pelaksanaan ini dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, diharapkan
berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Tanah Datar. Mari kita
sambut tamu-tamu dengan sebaik mungkin, beri kesan yang baik kepada wisatawan,
jangan sampai hanya berkunjung sekali saja ke Tanah Datar dan kemudian tidak
mau kembali ke sini lagi akibat masyarakat tidak siap menerima wisatawan tetapi
kembali ke Tanah Datar dengan membawa rombongan yang lebih besar. "Pemerintah
daerah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki sarana dan infrastruktur yang
mendukung pariwisata dengan mengerahkan semua potensi yang ada melalui bantuan
pemerintah pusat, provinsi, pihak swasta, BUMN/BUMD dan perantau," tegas
bupati.
Masyarakat
Tanah Datar yang berduyun-duyun ke Istano Basa Pagaruyung dihibur
tembang-tembang indah dari Erni Djohan penyanyi legendaris Indonesia yang juga
merupakan penyanyi Asia pertama peraih Golden Record, juga ada Anroys dan penyanyi
yang sedang naik daun Ratu Sikumbang.
FPBM 2016 juga
menghasilkan Grup Intan Korong asal Tanah Datar sebagai penampil Randai Terbaik
I Tingkat Sumbar diikuti kota Payakumbuh dan kota Sawahlunto, untuk lomba Tari
Kreasi Tingkat SLTA se Tanah Datar, juara I diraih MAN Sumpu Batipuh Selatan,
Kecamatan Tanjung Emas Juara II dan Kecamatan Sungai Tarab Juara III serta
lomba Alua Pasambahan, Kecamatan V Kaum Juara I, Kecamatan Sungai Tarab Juara
II dan Kecamatan Tanjung Baru Juara III.
Hadir di
kesempatan itu Danlantamal Padang, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Salman K, Ketua
DPRD Anton Yondra, Kapolres Tanah Datar AKPB Irfa Asrul Hanafi, Dandim 0307
Tanah Datar Letkol Inf. Nandang Dimyati, Tokoh Perantau dan Kepala SKPD. (Humas)

0 Komentar