Binrohtal Ditlantas Polda Sumbar Jadi Ruang Perkuat Iman, Integritas, dan Profesionalitas Personel



PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus memperkuat pembinaan internal personel, tidak hanya dari sisi profesionalitas dan kemampuan teknis, tetapi juga melalui penguatan mental dan spiritual.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang menjadi bagian dari pembentukan karakter personel Polri agar memiliki keimanan, integritas, disiplin, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Kegiatan Binrohtal menjadi ruang bagi personel Ditlantas Polda Sumbar untuk melakukan refleksi diri, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus mengingat kembali hakikat tugas sebagai anggota Polri yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Bagi jajaran Ditlantas, pembinaan rohani memiliki arti penting karena tugas di bidang lalu lintas bersentuhan langsung dengan masyarakat. Personel dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga memiliki kesabaran, ketulusan, kejujuran, dan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., menekankan bahwa pembinaan mental dan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia Polri.

Menurutnya, kemampuan teknis dalam menjalankan tugas harus berjalan seimbang dengan kekuatan moral dan spiritual. Dengan demikian, setiap keputusan dan tindakan personel di lapangan diharapkan tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, aturan, serta tanggung jawab sebagai anggota Polri.

“Binrohtal bukan hanya kegiatan rutin, tetapi menjadi ruang bagi kita untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan mengingat kembali bahwa setiap tugas yang kita jalankan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Reza.

Ia menegaskan, anggota Polri harus memiliki integritas yang kuat karena dalam menjalankan tugas sehari-hari, personel berhadapan dengan berbagai situasi dan karakter masyarakat.

Menurut Reza, semakin kuat landasan moral seorang personel, semakin besar pula kemampuannya untuk mengendalikan diri, mengambil keputusan secara bijaksana, dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat maupun nama baik institusi.

“Kita ingin setiap personel memiliki hati yang bersih dan niat yang tulus dalam melaksanakan tugas. Profesionalitas harus dibangun bersama integritas, karena kemampuan tanpa moral yang baik tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” katanya.

Membentuk Personel yang Humanis dan Berintegritas

Kegiatan Binrohtal juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh personel bahwa tugas kepolisian bukan semata-mata menjalankan kewenangan, tetapi juga memberikan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

Dalam pelaksanaan tugas lalu lintas, personel Ditlantas berada di garis depan pelayanan publik. Mulai dari pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan, pelayanan administrasi, edukasi keselamatan berkendara, hingga berbagai kegiatan kepolisian lainnya, seluruhnya membutuhkan sikap profesional sekaligus pendekatan yang humanis.

Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh melalui pembinaan rohani diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika personel berada di tengah masyarakat.

Kombes Pol. Reza juga mengingatkan agar setiap anggota senantiasa menjadikan tugas sebagai bentuk pengabdian yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi bagaimana kehadiran kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Layani masyarakat dengan hati, jaga sikap, jaga integritas, dan jangan pernah kehilangan rasa kemanusiaan dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan mental dan spiritual juga penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan personel di tengah tuntutan pekerjaan yang dinamis.

Tugas di bidang lalu lintas memiliki tantangan yang cukup kompleks. Personel harus mampu menghadapi kepadatan arus kendaraan, kecelakaan lalu lintas, pelanggaran, kondisi jalan yang berisiko, hingga berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.

Situasi tersebut membutuhkan personel yang memiliki ketahanan mental, mampu mengendalikan emosi, dan tetap memberikan pelayanan secara proporsional.

Dorong Budaya Pengabdian yang Tulus

Dirlantas Polda Sumbar berharap kegiatan Binrohtal dapat memberikan dampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku personel dalam melaksanakan tugas.

Menurutnya, pembinaan rohani tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi perilaku nyata, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan saya, apa yang kita dapatkan melalui Binrohtal ini tidak hanya berhenti di tempat kegiatan. Bawa nilai-nilai kebaikan itu ke lapangan, kepada keluarga, kepada rekan kerja, dan terutama kepada masyarakat yang kita layani,” ungkapnya.

Reza juga berharap seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar dapat terus meningkatkan kualitas diri, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, disiplin, maupun moral.

Ia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dibangun melalui tindakan nyata setiap personel. Karena itu, setiap anggota memiliki peran penting dalam menjaga citra dan marwah institusi.

“Kepercayaan masyarakat harus kita jaga bersama. Setiap anggota adalah wajah Polri ketika berada di tengah masyarakat. Karena itu, mari kita tunjukkan bahwa Polantas hadir dengan sikap yang ramah, humanis, profesional, dan berintegritas,” tegasnya.

Integritas Menjadi Landasan Pelayanan

Pembinaan rohani dan mental tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Ditlantas Polda Sumbar dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat.

Penguatan aspek spiritual diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membentuk personel yang tidak mudah terpengaruh oleh berbagai godaan dalam menjalankan tugas serta mampu menjaga amanah dan kewenangan yang diberikan negara.

Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa setiap personel harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu orientasi utama dalam pelaksanaan tugas.

“Mari kita jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian. Laksanakan dengan niat yang baik, hati yang bersih, dan penuh tanggung jawab. Ketika niat kita benar, insyaallah cara kita melayani juga akan semakin baik,” ujarnya.

Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut dapat melahirkan personel Ditlantas Polda Sumbar yang semakin matang secara emosional dan spiritual, sekaligus semakin profesional dalam menjalankan tugas.

Pada akhirnya, kekuatan Ditlantas bukan hanya diukur dari kemampuan mengatur lalu lintas maupun menegakkan aturan, tetapi juga dari sejauh mana personelnya mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan keadilan bagi masyarakat.

Dengan memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menjaga integritas, Ditlantas Polda Sumbar berupaya memastikan setiap langkah pengabdian tetap berada pada koridor profesionalitas dan kemanusiaan.

“Kita ingin masyarakat melihat Polantas bukan hanya sebagai petugas yang mengatur dan menegakkan aturan, tetapi sebagai sosok yang hadir untuk membantu, melindungi, dan memberikan rasa aman. Itulah pengabdian yang harus terus kita bangun,” pungkas Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq. (**)


Posting Komentar

0 Komentar