Reaktivasi Masjid Nurul Yaqin Gurun Laweh: Aksi Nyata M Foundation Bersama Para Relawan di Tengah Dampak Banjir
Oleh : Ayu Andira
Mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang
Masjid Nurul Yaqin yang berada di Jl. Gurun Laweh RT 02 RW 02, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, akhirnya kembali dapat digunakan setelah proses reaktivasi yang dilakukan pada Kamis, 4 Desember 2025. Masjid yang sebelumnya terendam banjir bandang ini sempat tidak bisa difungsikan karena dipenuhi lumpur, sampah, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas ibadah. Melihat kondisi tersebut, M Foundation bersama berbagai komunitas bergerak cepat membantu pemulihan agar masyarakat dapat kembali memanfaatkan masjid sebagai pusat ibadah, tempat belajar, dan ruang untuk mencari ketenangan pascabencana.
Kegiatan reaktivasi ini merupakan hasil kolaborasi M Foundation dengan DT Peduli Sumbar, Masjid Al Hakim, Sosmas BEM KM Unand, Campus Grow, serta para volunteer dan awardee M Scholarship. Sejak pagi, para relawan turun langsung untuk membersihkan area masjid, mengangkat lumpur yang tebal, menata ulang ruang shalat, serta memperbaiki fasilitas dasar yang rusak akibat terjangan banjir. Pembersihan area wudhu dan lingkungan sekitar juga dilakukan agar masjid kembali layak digunakan. Di samping itu, karpet-karpet masjid dicuci dan dirapikan ulang, sementara perangkat elektronik seperti kipas, lampu, dan sound system diperiksa serta diperbaiki bila ditemukan kerusakan, meskipun hingga kini sebagian karpet masih dalam proses pencucian.
Selama kegiatan berlangsung, M Foundation tidak hanya menyediakan tenaga relawan, tetapi juga menghadirkan dukungan logistik, perlengkapan kebersihan, serta koordinasi lintas komunitas untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan efektif. Selain memulihkan kondisi fisik masjid, M Foundation juga melengkapi kebutuhan ibadah jamaah dengan menyediakan Al-Qur’an, mukena, sarung, tempat sampah, dan perlengkapan lain yang menunjang kenyamanan beribadah.
Pemilihan Masjid Nurul Yaqin sebagai lokasi reaktivasi dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan dari masyarakat serta hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa masjid ini mengalami kerusakan cukup parah dan tergolong mendesak untuk dipulihkan. Aktivitas ibadah di kawasan ini sempat terhenti akibat kondisi masjid yang tidak memungkinkan untuk digunakan, sehingga pemulihan segera menjadi sangat penting bagi warga sekitar.
Dalam prosesnya, relawan menghadapi tantangan terbesar berupa tumpukan lumpur pascabanjir yang cukup tebal dan memerlukan tenaga ekstra untuk dibersihkan. Beberapa fasilitas juga mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan dasar sebelum masjid benar-benar bisa kembali difungsikan. Meski begitu, semangat gotong royong dan kerja sama antarpihak membuat seluruh proses pemulihan dapat diselesaikan dengan baik.
Kini, Masjid Nurul Yaqin kembali bersih, rapi, dan sudah dapat dipakai untuk shalat berjamaah. Meskipun beberapa fasilitas seperti karpet masih dalam proses penyempurnaan, perubahan yang terjadi sangat terlihat dan memberi harapan baru bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana. Reaktivasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu mempercepat pemulihan rumah ibadah dan menghidupkan kembali aktivitas spiritual masyarakat setelah musibah.

Tidak ada komentar