Perguruan Binuang Sati RT 01 RW 08 Sungai Bangek Berpeluang Menjadi Kampung Budaya Wisata
Padang, sumbarraya.com– Sumatera Barat dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya Minangkabau. Berbagai kesenian tradisional seperti silek, randai, saluang, hingga rabab masih terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Minang.
Di tengah perkembangan zaman modern, keberadaan komunitas budaya yang tetap konsisten menjaga tradisi memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata berbasis budaya. Salah satu yang dinilai memiliki potensi tersebut adalah Perguruan Binuang Sati RT 01 RW 08 Sungai Bangek.
Perguruan yang telah aktif selama beberapa tahun terakhir ini dinilai memiliki modal budaya yang kuat untuk dikembangkan menjadi kampung budaya wisata berbasis tradisi Minangkabau. Aktivitas rutin seperti latihan silek tradisi, penampilan randai, permainan saluang dan rabab, hingga kegiatan seni budaya lainnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.
Randai sendiri merupakan seni pertunjukan khas Minangkabau yang menggabungkan unsur silek, musik, tari, drama, dan sastra lisan dalam satu kesatuan pertunjukan budaya.
Ketua Tim Pendiri Perguruan Binuang Sati, Buya Eri Gusnedi Pangulu Sutan, mengatakan bahwa selama tiga tahun terakhir perguruan secara konsisten melatih generasi muda dalam seni bela diri tradisional dan kesenian Minangkabau.
“Perguruan ini dirancang untuk melestarikan tradisi Minangkabau di kalangan generasi muda Ranah Minang,” ujar Buya Eri saat ditemui di sasaran Perguruan Binuang Sati, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan rutin dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam sepekan.
“Rabu dan Jumat latihan silat tradisi dan randai, sedangkan malam Minggu ditambah hiburan bernuansa seni Minang seperti saluang dan rabab,” lanjut Buya Eri yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Sumatera Barat.
Eksistensi Perguruan Binuang Sati juga telah mendapat perhatian berbagai media nasional maupun lokal. Sejumlah media yang pernah meliput aktivitas perguruan ini di antaranya Indosiar, SCTV, Padang TV, hingga kanal YouTube RITVone dan ErTVnews.
Menurut Buya Eri, masyarakat yang ingin mengetahui aktivitas perguruan dapat mencari informasi melalui internet maupun media sosial resmi milik perguruan.
“Insyaallah kalau browsing dengan kata kunci Perguruan Binuang Sati akan muncul berbagai kegiatan dan pergerakan perguruan ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, peluang menjadikan kawasan tersebut sebagai kampung budaya wisata sangat terbuka, mengingat aktivitas budaya terus berjalan secara rutin dengan dukungan masyarakat sekitar.
“Peluang ini tentu bisa saja, sebab Perguruan Binuang Sati di Lubuk Parandaman rutin menampilkan tradisi dan budaya Minang tiap minggu seperti silat, randai, saluang, dan rabab. Tentu ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan tokoh masyarakat,” jelasnya.
Pengembangan kampung budaya wisata dinilai sangat memungkinkan apabila dikelola secara terarah dan melibatkan masyarakat sekitar. Aktivitas budaya yang telah hidup di lingkungan perguruan dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata rutin, mulai dari pertunjukan silek tradisi, malam randai, pertunjukan saluang dan rabab, hingga pelatihan budaya bagi pengunjung.
Selain menjadi sarana hiburan dan destinasi wisata, pengembangan kampung budaya juga menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian budaya Minangkabau agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Dengan berbagai potensi budaya yang dimiliki, Perguruan Binuang Sati RT 01 RW 08 Sungai Bangek dinilai memiliki peluang besar menjadi kampung budaya wisata yang tidak hanya menjadi pusat pelestarian tradisi Minangkabau, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata budaya.

Tidak ada komentar