DPW KJI Sumbar Ajukan Audiensi ke Bank Indonesia Bahas Strategi Pengendalian Inflasi 2026
Padang, Sumbarraya.com – Dewan Pimpinan Wilayah Komunitas Jurnalis Indonesia (DPW KJI) Sumatera Barat melakukan audiensi resmi dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat guna membahas langkah strategis dalam mengatasi tekanan inflasi daerah tahun 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumbar pada Kamis (7/5/2026) tersebut menjadi forum diskusi terbuka antara insan pers dan otoritas moneter dalam merespons dinamika ekonomi yang tengah berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.
Ketua DPW KJI Sumbar, Peter Prayuda, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait fluktuasi harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas ekonomi melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Melalui audiensi ini, kami ingin mendapatkan pemahaman yang komprehensif dari Bank Indonesia terkait kondisi inflasi terkini serta upaya yang dilakukan dalam menjaga stabilitas ekonomi. Hal ini penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap kredibel dan edukatif,” ujar Peter
Dalam pertemuan tersebut, pihak Bank Indonesia Perwakilan Sumbar memaparkan perkembangan inflasi daerah yang masih berada dalam rentang terkendali, meskipun terdapat tekanan dari faktor eksternal seperti penguatan dolar Amerika Serikat, ketidakpastian ekonomi global, serta gangguan rantai pasok.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Abdul Majid Ikram, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga kestabilan harga, terutama pada komoditas pangan strategis.
“Pengendalian inflasi menjadi prioritas utama. Kami terus melakukan berbagai langkah, mulai dari operasi pasar, penguatan distribusi pangan, hingga sinergi kebijakan dengan pemerintah daerah untuk memastikan harga tetap stabil,” jelasnya
Ia juga menegaskan bahwa kondisi inflasi di Sumatera Barat masih relatif terkendali dan berada dalam target yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai isu yang dibahas, mulai dari dampak inflasi terhadap pelaku usaha kecil, stabilitas harga bahan pokok, hingga pentingnya literasi ekonomi di tengah masyarakat.
DPW KJI Sumbar dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara media dan lembaga negara dalam membangun optimisme publik. Media diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendidik.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara insan pers dan Bank Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan inflasi tahun 2026 serta menjaga stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan konstruktif, kedua pihak sepakat bahwa pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan otoritas moneter, tetapi juga membutuhkan peran aktif media dalam menyampaikan informasi yang menenangkan dan mencerahkan masyarakat.
(Puput)

Tidak ada komentar