Warga Rao-Rao Bersatu, Mosi Tidak Percaya Terhadap Wali Nagari Menguat
Tanah Datar, Sumatera Barat || Ratusan warga Rao-Rao menyatakan mosi tidak percaya terhadap Wali Nagari Ade Raunas. Penolakan ini disebabkan oleh dugaan pengingkaran janji yang ditandatangani oleh Wali Nagari sendiri. Masyarakat menilai janji tersebut tidak ditepati, sehingga kepercayaan publik terhadap pemimpin mereka runtuh
Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Wali Nagari Rao-Rao, Ade Raunas, makin tak terbendung. Ratusan warga dari berbagai unsur — mulai dari pemuda, niniak mamak, bundo kanduang hingga cadiak pandai — bersatu menyatakan mosi tidak percaya.
Mosi ini bukan sekadar ungkapan kekecewaan, melainkan dituangkan dalam bentuk surat resmi lengkap dengan daftar tanda tangan warga yang menunjukkan sikap bulat masyarakat Rao-Rao.
Mengapa Warga Menolak Wali Nagari?
Sumber gejolak ini bermula dari ingkarnya perjanjian yang ditandatangani wali nagari sendiri, sebuah komitmen yang sebelumnya disaksikan Camat dan BPRN. Janji yang dianggap suci di hadapan masyarakat itu justru dikhianati, sehingga kepercayaan publik runtuh.
“Wali nagari sudah jelas mengingkari janji. Kalau pemimpin tidak lagi bisa dipegang kata-katanya, untuk apa dipertahankan? Masyarakat sudah muak,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang ikut menandatangani mosi tersebut.
Gelombang Tanda Tangan Bukti Ketidakpercayaan
Lembar demi lembar tanda tangan warga kini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat telah hilang total. Dukungan untuk mosi tidak percaya itu datang dari hampir seluruh lapisan, mencerminkan sebuah suara bulat: Rao-Rao tak lagi mau dipimpin oleh wali yang ingkar janji.
Suasana nagari pun kini penuh ketegangan. Warga terlihat solid, duduk bersama membicarakan langkah ke depan. Tidak ada lagi ruang kompromi, sebab persoalan ini sudah menyangkut marwah nagari.
Harapan Warga kepada Pemerintah Kabupaten
Masyarakat berharap agar pemerintah kabupaten, khususnya Bupati Tanah Datar, dapat menindaklanjuti suara rakyat Rao-Rao dengan kebijakan yang arif dan bijaksana. Warga meyakini bupati selalu berpihak pada kepentingan masyarakat, menjaga ketertiban, serta memastikan jalannya pemerintahan nagari agar tetap kondusif.
“Ini bukan sekadar suara segelintir orang. Ini suara nagari. Kami percaya pemerintah kabupaten akan mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan cara yang terbaik,” ujar perwakilan warga.
Upaya Konfirmasi Media
Sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan, awak media mencoba menghubungi Wali Nagari Rao-Rao, Ade Raunas, pada Kamis (28/8/2025) terlebih dahulu melalui panggilan telepon, lalu dilanjutkan dengan pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban maupun balasan dari yang bersangkutan.
Arah Baru untuk Rao-Rao
Kini masyarakat Rao-Rao menanti langkah pemerintah kabupaten. Apakah tuntutan ini akan menjadi momentum perubahan, atau justru berlanjut menjadi konflik yang lebih besar.
Yang jelas, kepercayaan masyarakat terhadap wali nagari sudah hilang total. Warga tidak lagi melihat sosok wali sebagai pemimpin mereka.
Bagi masyarakat, lengsernya wali nagari bukan hanya tuntutan politik, tetapi sebuah kebutuhan demi kembalinya marwah dan masa depan nagari Rao-Rao.
(**/A Rofik)
.jpg)
Tidak ada komentar