Proyek Penanganan Longsor Lubuk Salasih – Surian Hadir untuk Keselamatan Pengguna Jalan Lintas Sumatra Barat
Kab. Solok || Proyek penanganan longsor di ruas Jalan Nasional 06053, tepatnya Lubuk Salasih – Surian, resmi berjalan setelah kontrak kerja diteken pada 13 Juni 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp17.146.590.000 yang bersumber dari APBN.
Namun, berdasarkan penelusuran di lapangan pada 20 Agustus 2025, kondisi fisik pekerjaan masih dalam tahap awal, dengan pengerjaan galian, tahap pertama tapak dan kuku pemasangan besi penahan, dan karung pasir sebagai pengaman sementara pada rahat pertama dan kedua, lalu untuk persiapan cor dinding pada tahap III di namakan Top level.
Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, dengan kontraktor PT. Sadewa Karya Tama serta konsultan pengawas PT. Exoo Gamindo Perkasa KSO dan PT. Arci Pratama Konsultan. Adapun pelaksanaan di lapangan dipimpin oleh Pak Wen sebagai penanggung jawab teknis.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang, masa pelaksanaan pembangunan ini ditargetkan rampung dalam waktu 202 hari kalender sejak kontrak ditandatangani. Dengan demikian, pengerjaan diperkirakan harus selesai pada akhir Desember 2025.
Dari hasil pantauan langsung, tampak bahwa progres proyek masih berada di tahap galian awal. Beberapa pekerja terlihat melakukan pengukuran, penguatan sisi jalan, dan pemasangan besi fondasi. Sementara itu, sejumlah karung pasir dipasang sebagai penahan sementara agar material tanah tidak longsor ke jalan.
Di sisi jalan, rambu peringatan sederhana dengan tulisan besar “Hati-hati!!! 50 meter lagi ada pekerjaan jalan” dipasang untuk memberi tahu pengendara. Meski begitu, lalu lintas tetap ramai dan pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena sebagian badan jalan menyempit.
Anggaran Fantastis, Publik Menunggu Hasil Nyata
Dengan nilai kontrak yang mencapai Rp17 miliar lebih, proyek ini tentu menyedot perhatian publik. Besarnya dana yang digelontorkan menuntut transparansi serta hasil pekerjaan yang berkualitas, mengingat ruas Lubuk Salasih – Surian merupakan jalur vital yang sering dilanda longsor, terutama di musim hujan.
Masyarakat sekitar berharap proyek ini tidak hanya sekadar menghabiskan anggaran, melainkan benar-benar memberi manfaat nyata dengan konstruksi yang kuat dan tahan lama. Hal ini penting agar persoalan longsor berulang yang kerap meresahkan pengguna jalan bisa ditangani secara permanen.
Tantangan di Lapangan
Menurut keterangan pelaksana lapangan, Pak Wen, salah satu tantangan utama adalah kondisi geografis yang rawan longsor dan sempitnya ruang untuk menumpuk material. Kendati demikian, ia memastikan bahwa seluruh pekerjaan akan dilakukan sesuai standar teknis dan target waktu yang telah ditentukan.
“Insya Allah, dengan kerja sama tim dan dukungan dari berbagai pihak, proyek ini bisa selesai tepat waktu. Kita terus berupaya menjaga kualitas sesuai kontrak,” ujarnya di sela-sela pengawasan lapangan.
Catatan Investigatif
Dari catatan investigasi sementara, terdapat beberapa poin yang perlu dikawal bersama:
Progres pekerjaan masih sangat awal, sementara sisa waktu tinggal 162 hari lagi dari total 202 hari.
Pengawasan independen harus benar-benar berjalan agar kualitas tidak dikorbankan demi kejar target waktu.
Keselamatan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan perlu mendapat perhatian ekstra, mengingat ruas ini padat dan rawan kecelakaan.
Proyek penanganan longsor Lubuk Salasih – Surian bernilai Rp17 miliar ini menjadi salah satu pekerjaan besar jalan nasional di Sumatera Barat pada tahun 2025. Dengan sisa waktu yang terbatas dan kondisi geografis yang menantang, publik menanti apakah kontraktor dan pengawas mampu memenuhi janji tepat waktu dengan kualitas yang terjaga.
Satu hal yang pasti, transparansi dan pengawasan ketat menjadi kunci agar anggaran besar yang digelontorkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas.
( bustaman )
No comments