• Breaking News

    Advertisement

    loading...

    Awass... Sumbar Segera Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Andani : Harus Lebih Diwaspadai 


    Sumbar menuju gelombang ketiga covid-19, ngeri dan harus tingkatkan kewaspadaan./doc.....

     SUMBARRAYA.COM, - - -

     Staf Ahli Menkes RI yang juga pimpinan dua laboratorium pemeriksa sample swab di Sumbar Dr dr Andani Eka Putra mengatakan Sumbar harus segera bersiap menghadapi serangan gelombang ketiga covid-19.

    "Melihat trend kasus positif dan positivity rate terus meledak, bahkan dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau puncak pandemi September-November 2021, Maret-April 2021 sepertinya sinyal gelombang ketiga covid-19 segera mendera Sumbar," ujar Doktor Andani Eka Putra Senin 19 April 2021, mengulangi keterangannya di zoom meeting Minggu malam tadi.

    Mengantisipasi lonjakan pasien dan menurunkan positivity rate maka sinyal gelombang ketiga segera  terjadi di Sumbar harus diwaspadai.

    "Kewaspadaan kita sangat penting melihat kondisi covid-19 Sumbar kekinian, bahkan hari ini positvity rate Sumbar menembus batas angker yaitu 21,5 persen," ujar Andani yang juga Kepala Pusat Diagnostik Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand.

    ironinya lainya masyarakat mulai lupa pakai masker, dibagi pun masker kata Andani tetap juga tidak dipakai. Padahal, pakai masker antipati dini  dari terpapar covid-19.

    "Bahkan ada ASN yang tidak pakai masker sehingga semalam, saya minta Pak Wagub Audy mengambil tindakan, ASN di masjid itu termasuk yang jadi panutan," ujar Andani.

    Dr Andani Eka Putra pada diskusi digelar whatsapp group 'Kawal Covid-19 Sumbar" meminta Satgas Covid-19 tinggalkan retorika protokol kesehatan (prokes) tapi kata Andani sekarang butuh penerapan dan pengawasan serta penegakan hukum terhadap protokol kesehatan.

     "Siapa saja yang melanggar tegakan hukum ada di UU Kesehatan juga ada di Perda Adaptasi Kebiasaan Baru," ujarnya.

    Selain itu antisipasi kluster rumah ibadah terjadi di bulan ramadan, Dr Andani meminta Pemprov, Pemkab dan Pemko mengaktifkan Satgas Covid-19 Rumah Ibadah.

    "Harus ada Satgas di masjid untuk menerapkan protokol kesehatan terutama masker. Kondisi mengganasnya penularan virus  korona kini, sebaiknya pesantren ramadan digelar secara during, offline pending dulu," ujarnya.

    Andani juga mengajak Satgas Covid-19 Sumbar untuk tidak menghentikan tracing dan tracking. "Untuk memutus sebaran covid-19 harus dengan tracing dan tacking," ujar Andani.

    Meledak kasus postif dalam dua minggu  terakhiir ternyata membuat RS M Djamil kewalahan. "Terus terang kita kewalahan karena trend kondisi pasien dalam keadaan berat, kalau ada tidak berat itu keadaan sedang," ujar Direktur Umum RS M Djamil Padang Dovy Djanas.

    Selain kewalahan menangani pasien rujukan M Djamil ternyata alami berbagai keterbatasan. "Terbatas tenaga kesehatan, meski begitu fungsi rumah sakit tetap terima pasien, walau sarana ruang rawat tidak ideal termasuk keterbatasan alat medis dan petugas medis yang berbagi menangani pasien non covid-19," ujar Dovy.

    Saurce: FIXPADANG.COM

    No comments

    ada

    ada

    Post Bottom Ad

    ad728
    PT. Prosumbar Media Group, Mengucapkan: Selamat datang di www.sumbarraya.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Nov Wibawa