• Breaking News

    Work From Home (WFH), PKS Dorong Pemerintah Gratiskan Internet

    Foto: Sukamta. Wabah Corona, PKS Dorong Pemerintah Gratiskan Internet.

    SUMBARRAYA.COM - - - 

    Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan terkait penanggulangan wabah Covid-19. Kebijakan tersebut di antaranya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), listrik gratis untuk daya 450 watt, hingga keringanan kredit tertentu.

    Namun kebijakan tersebut belum menyentuh keringanan penggunaan internet saat masyarakat menjalani work from home (WFH).

    Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Polhukam, Sukamta menyebutkan semestinya pemerintah juga menggratiskan penggunaan internet bagi mereka yang bekerja di rumah, juga untuk pelajar yang sibuk belajar secara online.

    “Kebijakan PSBB belum menyentuh soal penggunaan internet. Orang-orang diminta kerja di rumah, anak-anak sekolah dan mahasiswa belajar di rumah, pekerja-pekerja online makin sibuk. Pasti terjadi peningkatan penggunaan internet,” kata Sukamta, dilansir dari Gatra.com, Kamis, 2 April 2020.

    Dirinya mengatakan pemerintah seharusnya juga meringankan beban masyarakat dengan memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat, bukan badan usaha, selama wabah Covid-19 berlangsung.

    “Terkhusus, pemerintah juga perlu membebaskan pulsa telepon bagi para driver ojek daring karena ketika semua warga diminta stay at home, merekalah yang berjibaku menjadi pengantar mobilitas barang-barang pesanan warga," ujarnya.

    Anggota Komisi I DPR itu menambahkan bahwa beberapa operator seluler saat ini telah mengeluarkan program khusus akibat Covid-19 ini.

    Telkomsel dan Indosat menggratiskan layanan internet untuk akses tertentu, misalnya untuk situs-situs pendidikan.

    “Inisiatif operator ini perlu kita apresiasi. Namun lebih bagus kiranya jika pemerintah mendorong agar internet gratis bisa diterapkan secara masif. Skema kerja sama pemerintah dengan operator selular perlu dibicarakan secara cermat untuk hal ini,” katanya.

    Pemerintah melalui Kementerian Kominfo menurutnya juga harus menjamin agar kecepatan internet di Indonesia tidak terdampak signifikan.

    “Meskipun laporan KASPR Datahaus menunjukkan efek wabah Covid-19 terhadap infrastruktur internet yang disebut internet pressure. Tekanan internet ini menyebabkan kecepatan internet dunia melambat. Laporan Ookla perusahaan penguji kecepatan internet, menyebutkan terjadinya pelambatan kecepatan internet di Malaysia dan India hingga di bawah 80 MBPS,” ujarnya.

    Ia mengatakan kecepatan internet di Indonesia juga berpotensi besar melambat, sehingga pemerintah perlu melakukan antisipasi sejak dini misalnya dengan menambah kuota supaya traffic internet masih bisa tertangani.

    “Hal ini perlu perhatian pemerintah. Karena jangan sampai masyarakat sudah mau mematuhi pemerintah untuk stay at home, tapi kebobolan di anggaran penggunaan pulsa internet. Jangan sampai juga internet jadi lemot,” katanya.

    Dirinya menjelaskan merujuk data We Are Social hingga Januari 2020, pengguna internet di Indonesia mencapai 175.4 juta orang.

    “Jika pemerintah menjamin internet gratis dan kecepatannya terjaga, sedikit banyak dapat menarik orang untuk mau patuh stay at home dan tujuan Pembatasan Sosial Berskala Besar dapat dicapai,” harap legislator asal Dapil Yogyakarta tersebut.

    # Wik | Gatra.com / by

    No comments

    Post Bottom Ad

    ad728
    PT. Prosumbar Media Group, Mengucapkan: Selamat datang di www.sumbarraya.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Nov Wibawa