• Breaking News

    Advertisement

    loading...

    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019




    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah memberikan kata sambutan. 


    SUMBAR RAYA.COM, - - - Mengawali kegiatan di tahun 2019, DPRD Kota Padang menggelar kegiatan coffe morning pada Rabu pagi, 3 Januari 2019, bertempat di Gedung Bundar Sawahan jalan Sawahan Kota Padang, Sumatera Barat. 

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, LKAAM, KNPI, dan undangan lainnya. 
     "Dalam pelaksanaan kegiatan ini, selain bersilaturahmi juga diharapkan bisa membuka wawasan kita dalam mengambil langkah-langkah untuk mensukseskan pelaksanaan pemilihan umum, yaitu pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan legislatif sesuai dengan tema acara ini yaitu 'Peranan Lembaga Perwakilan Daerah dalam Rangka Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif'," ujar Elly Thrisyanti, Ketua DPRD Kota Padang dalam sambutannya.

    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti dan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

    Peranan lembaga perwakilan rakyat daerah di sini maksudnya, jelas Elly, adalah bagaimana DPRD memberikan kontribusinya guna mensukseskan pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta pemilu legislatif, sehingga pemilu 2019 dapat dilaksanakan dengan semboyan pemilu yang aman, tertib, dan badunsanak.
      "Untuk itu, khusus kepada kawan-kawan kami anggota DPRD Kota Padang, tentunya ini merupakan tugas dan kewajiban kita bersama Pemerintah Kota Padang untuk mensukseskan pilpres dan pileg ini. Tentunya kita harus berpedoman kepada ketentuan Undang-undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, sehingga kita sebagai perwakilan rakyat daerah akan dapat melaksanakan amanah sesuai dengan ketentuan yang ada," jelasnya.

    Dikatakan Elly, dengan pelaksanaan acara coffe morning tersebut, pihaknya menginginkan sinergitas, harmonisasi, dan komunikasi yang baik antara Pemerintah Kota Padang, DPRD, dan seluruh lapisan masyarakat serta stakeholder yang ada tetap terjalin dengan baik, sehingga segala permasalahan di Kota Padang dapat dipecahkan.


    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Azirwan (tengah) bersama undangan lainnya. 

    "Kita juga berharap percepatan pembangunan Kota Padang dapat diwujudkan untuk tahun 2019 dan tentunya kita harapkan peningkatan kerjasama yang lebih baik dengan semua pemangku kepentingan," tegasnya.

    Menurut Elly, sebagai kegiatan rutin, coffe morning yang digelar DPRD Kota Padang diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan yang cermelang dalam memacu pembangunan di tingkat Kota Padang untuk tahun 2019.


    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Kepala Bapenda, Alfiadi, Kepala Dinas Pendidikan Barlius, Kepala Bagian Perekonomian, Edi Surya Dharma, Kesra dan Kepala Kesbang Pol, Mursalim AP. 

    "Ini diskusi yang baik, tidak saja harus dilakukan melalui rapat-rapat atau forum-forum resmi, namun juga dapat dilaksanakan dalam suasana santai seperti kegiatan coffe morning ini. Dalam rapat-rapat formal, terkadang diskusi berlangsung kaku dan terpaku, hanya pada satu persoalan, demikian juga dalam rapat paripurna. Namun dengan suasana santai dikemas dengan sarapan pagi bersama, berbagai persoalan bisa dibahas dalam suasana akrab, hangat dengan fikiran yang jernih dan lebih segar," cakapnya.

    Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi secara nasional yang pertama kali dilaksanakan secara serentak, dimana pemilu legislatif dan pemilu presiden dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan.


    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat DPRD Kota Padang, Hermanto, beserta jajaran. 

    "Tentunya agenda ini harus kita sukseskan di Kota Padang," pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. 

    Untuk suksesnya agenda ini, ungkap Mahyeldi lagi, ada tiga indikatornya. Pertama, terjaganya stabilitas politik dan keamanan dengan tidak adanya konflik. Kedua, meningkatkanya partisipasi pemilih. Ketiga, terpilihnya pemimpin atau wakil rakyat yang merupakan pilihan mayoritas pemilih. 

    "Agar tidak terjadi konflik, persatuan dan kesatuan harus diutamakan. Pemilu 2019 tidak boleh merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan adalah aset terbesar kita, yang penting dan berharga  untuk kita rawat bersama," tegasnya.


    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Ketua Komisi III, Yandri Hanafi bersama Komisioner KPU Kota Padang dan Bawaslu Kota Padang. 

    Pemilu 2019, kata Mahyeldi, harus menjadi ajang demokrasi adu gagasan, bukan menjadi arena peperangan dan permusuhan. Perbedaan politik yang ada jangan membuat komunikasi antartetangga atau antarsaudara menjadi terganggu. Kehidupan bermasyarakat harus berjalan seperti normal walaupun ada pemilu. 

    Selain itu, tutur Mahyeldi, agar tidak terjadi konflik, potensi kerawanan pemilu harus terdeteksi dan dicegah secara dini. Potensi kerawanan pemilu merupakan tantangan demokrasi karena bisa meningkatkan suhu politik lokal dan nasional.


    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Anggota DPRD Kota Padang, Arpendi Datuk Tan Bagindo (kopiah putih, red) bersama Asisten dan Dirut PDAM Kota Padang menikmati sarapan pagi di acara coffe morning. 

    "Potensi yang dimaksud adalah politik identitas (SARA), perilaku negatif kandidat dan pendukung, hoax dan propaganda, money politics, sabotase dan teror, serangan siber, dan perselisihan hasil pemilu. Guna mengatasi potensi kerawanan itu, kita bersama harus bersinergi meningkatkan kesiapsiagaan agar pemilu 2019 dapat berlangsung sukses, berkualitas, dan demokratis," urainya. 

    Ditegaskan Mahyeldi, pemilu harus dapat menjamin partisipasi politik masyarakat agar tersalurkan secara adil tanpa tekanan, dan tanpa intimidasi. Karena peran dan partisipasi masyarakat adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah proses politik. Terkait dengan itu, pada tanggal 10 Desember 2018, KPU Kota Padang telah menetapkan total pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2019 sebanyak 592.162 pemilih yang terdiri dari 290.588 pemilih laki-laki dan 301.574 pemilih perempuan yang tersebar di 11 kecamatan, 104 kelurahan dan 2.452 TPS.


    Ketua Fraksi PPP, Yuhilda Darwis bersama Ketua LKAAM Prof. Zainuddin Datuk Rajo Lenggang dan undangan lainnya.
    Jumlah Pemilih Bertambah

    Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Muhammad Sawati yang berindak sebagai narasumber mengatakan, KPU Kota Padang sudah menetepkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 551.817 pemilih untuk Pilpres dan Pileg 2019.

    Menurutnya, jumlah ini mengalami peningkatan dari jumlah pemilih dalam Pilkada Padang pada Rabu 27 Juni 2018 yakni 535.265 pemilih. "Jumlah pemilih bertambah sekitar 16 ribu pemilih dari Pilkada Padang 2018," kata dia.


    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Ketua KPU Kota Padang M. Sawati memberikan penjelasan terkait Pileg dan Pilpres. 

    Dikatakannya, data ini bersumbar dari jumlah DPT Pilkada Kota Padang 2018 ditambah data pemilih pemula hingga 17 April 2019 dari Disdukcapil selain itu jumlah pengguna KTP sementara atau surat keterangan sewaktu Pilkada Padang 2018

    "Untuk jumlah pemilih pemula itu bertambah sebanyak 12 ribu dan pengguna KTP sementara itu mencapai 7.000 pemilih. Kemudian kami juga telah membersihkan pemilih ganda dan pemilih yang telah meninggal dunia hingga 15 Agustus 2018," katanya.

    Dia menyebutkan 551.817 pemilih itu terdiri dari 269.799 pemilih laki-laki dan 282.018 yang terdaftar di 2.342 TPS di seluruh Kota Padang.

    Jumlah pemilih terbanyak ada di Kecamatan Koto Tangah sebanyak 115.859 yang terdiri dari 56.742 laki-laki dan 59.117 perempuan di 497 TPS.


    DPRD Kota Padang Gelar Coffe Morning Bertemakan Pilpres dan Pileg 2019
    Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti memberikan penjelasan kepada wartawan usai Coffe Morning. 

    Sementara jumlah pemilih yang paling sedikit yakni Kecamatan Bungus Teluk Kabung dengan jumlah pemilih sebanyak 17. 477 di 67 TPS yang tersebar di enam kelurahan.

    Sementara untuk Kecamatan Padang Selatan terdiri dari 37.876 pemilih,Kecamatan Padang Timur sebanyak 49.884 pemilih, Kecamatan Padang Barat sebanyak 27.610 pemilih, Kecamatan Padang Utara sebanyak 34.578 pemilih.

    Kemudian Kecamatan Lubuk Begalung sebanyak 73.764 pemilih, Kecamatan Lubuk Kilangan sebanyak 33.986 pemilih,Kecamatan Pauh sebanyak 38.260 pemilih.

    Setelah itu Kecamatan Kuranji sebanyak 88.104 pemilih dan Kecamatan Nanggalo sebanyak 34.419 pemilih.

    (by)

    1 comment:

    1. This mug is a board type finish that enables one to compose messages on the mug. ceramic travel coffee mugs

      ReplyDelete

    ada

    ada

    Post Bottom Ad

    ad728
    PT. Prosumbar Media Group, Mengucapkan: Selamat datang di www.sumbarraya.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Nov Wibawa