• Breaking News

    Pengamat: Elektabilitas Jokowi Stagnan Karena Kurang Peran NU



              Pengamat: Elektabilitas Jokowi Stagnan Karena Kurang Peran NU
    Jokowi-Ma'ruf Amin membutuhkan bantuan NU untuk mendongkrak elektabilitasnya di sejumlah daerah. 
    SUMBAR RAYA.COM, - - - Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin yang stagnan berdasarkan hasil survei baru-baru ini, salah satunya dipicu minimnya peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengkampanyekan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 itu.

    "Saya tidak tahu seperti apa di dalam tapi kalau lihat dari luar belum ada peran NU yang mendongkrak suara Pak Jokowi," ujar Ray dalam sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. 
    Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang stagnan diketahui berdasarkan hasil survei internal tim kampanye internal Jokowi-Ma'ruf, Bravo 5.
     
    Elektabilitas yang stagnan itu merujuk pada fakta bahwa di sejumlah daerah, Jokowi-Ma'ruf masih kalah dari Prabowo-Sandiaga terutama di daerah Banten.

    Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam beberapa bulan terakhir juga menunjukkan hal serupa. 
     
    Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tak bergerak signifikan dalam skala nasional, terhitung sejak Agustus, September, Oktober, dan November. Pada bulan-bulan itu elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berkisar pada angka 52 hingga 53 persen. Namun survei LSI juga menunjukkan tren serupa pada pasangan Prabowo-Sandi.

    Ray secara lebih spesifik menyoroti kelemahan Jokowi-Ma'ruf di Banten. Berdasarkan survei internal tim Jokowi menunjukkan ada selisih sembilan persen suara dengan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

    Ray menilai hal aneh mengingat Banten merupakan tempat lahir Ma'ruf dan banyak pesantren di provinsi tersebut. 

    "Saya pikir ini butuh kajian serius, cuma dugaan saya mungkin belum silaturahmi saja dengan tokoh ulama di Banten," katanya. 

    Menurut Ray, peran NU di daerah termasuk Banten mestinya dapat mendongkrak perolehan suara Jokowi-Ma'ruf. Terlebih Ma'ruf merupakan mantan Rais Aam PBNU dan sejak awal telah didukung untuk maju sebagai cawapres Jokowi. 

    "Saya lihat memang salah satu faktor (elektabilitas rendah) karena kurangnya peran NU. Mudah-mudahan nanti Januari sudah intensif bisa meningkatkan, lah," ucap Ray. 

    Salah satu tokoh agama Banten Abuya Muhtadi Dimyati sendiri kemarin telah mengimbau NU dan Muhammadiyah agar membantu Ma'ruf dalam pilpres 2019. Abuya mengatakan Ma'ruf merupakan saudara sehingga ia berharap semua pihak bisa membantu. 

    #   cnnindonesia.com

    No comments

    Post Bottom Ad

    ad728
    PT. Prosumbar Media Group, Mengucapkan: Selamat datang di www.sumbarraya.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Nov Wibawa