SUMBAR RAYA.COM (Padang) - - - Provinsi Sumatera Barat meraih penghargaan TPID Terbaik tingkat provinsi
di kawasan Sumatera. Penghargaan tersebut diserahkan Presiden Joko
Widodo kepada Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada acara Rakornas
VIII TPID Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (27/7).
Penghargaan yang diraih Pemprov Sumbar tak terlepas dari andil dua kota
yang ada di Sumatera Barat. Yakni Kota Padang dan Bukittinggi. Sebab,
kedua daerah itu merupakan penyumbang sekaligus mampu mengendalikan
inflasi pada tingkat wajar pada tahun 2016 lalu.
Sebab seperti diketahui, Padang dan Bukittinggi merupakan daerah sampel
inflasi. Pada tahun lalu, inflasi di Padang sebesar 5,02 persen.
Sedangkan Bukittinggi sebesar 3,93 persen.
"Selamat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas penghargaan yang
diraih," ungkap Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo yang
juga berada di Jakarta pada saat penerimaan penghargaan tersebut.
Sementara itu, Sekda Kota Padang Asnel yang juga berkesempatan hadir di
acara tersebut di Hotel Grand Sahid Jaya, menyebut bahwa penghargaan
yang diraih Pemprov Sumbar tidak terlepas dari andil Kota Padang dan
Bukittinggi. Asnel berharap, dengan diraihnya penghargaan ini akan
semakin memacu daerah lain untuk lebih serius memperhatikan inflasi.
"Kita tentu berharap kerjasama yang lebih erat lagi dengan seluruh
kabupaten / kota," ujar Asnel didampingi Kabag Perekonomian Edi Dharma.
Kabag Perekonomian Setdako Padang Edi Dharma menyampaikan bahwa berkat
arahan Gubernur Sumbar, Padang dan daerah lainnya sudah membentuk TPID.
Dalam rapat 'High Level Meeting' beberapa waktu lalu antara Gubernur
Sumbar dengan Bupati/Walikota, telah merekomendasikan hal-hal yang harus
dikerjakan oleh kabupaten/kota, sehingga dapat seirama.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar melalui Keputusan Gubernur nomor:
500-500-2016, bertanggal 4 Mei 2016 tentang Roadmap Pengendalian Inflasi
Daerah Provinsi Sumatera Barat telah memberikan pedoman bagi TPID
seluruh kabupaten/kota se-Sumbar untuk bersama-sama dalam mengelola dan
mengendalikan inflasi di Sumbar.
Berkaitan dengan itu, telah ditandatangani pernyataan dukungan komitmen
Pemko Padang terhadap pelaksanaan keputusan Gubernur tentang roadmap
dimaksud. Menurut Edi Dharma, Pemko Padang pun segera
mengimplementasikannya. Terutama percepatan perbaikan sarana logistik
daerah, seperti pasar dan kerjasama antar daerah dari antisipasi
'volatile food' yang cenderung berfluktuasi tinggi.
Disamping itu, Padang juga melakukan perbaikan tata niaga melalui
revitalisasi pasar, peningkatan aktifitas Toko Tani Indonesia dan
Gapoktan. Serta bentuk pembiayaan komoditas pangan strategis melalui
pemberian informasi kredit KUR untuk peningkatan produksi daerah,
bantuan teknis dan pengembangan kluster.
Melalui Dinas Pertanian dan Dinas Pangan, juga diupayakan pengaturan
kalender tanam dan panen dengan menyesuaikan df fluktuasi harga secara
musiman sesuai resiko cuaca, modernisasi alsintan, monitoring KRPL dan
'Gerakan Sejuta Cabe Dalam Polibag'. Serta pemanfaatan benih unggul dan
pendampingan budidaya.
"Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan kerjasama antar klaster
petani df UMKM dan rumah makan untuk menjaga kestabilan cabai,"
paparnya.
Sebenarnya TPID Padang pernah meraih penghargaan TPID Terbaik tingkat
kota di Sumatera. Penghargaan itu diraih pada 2014 dan 2016
lalu.(Charlie / DU / Zal / Taf / Imral)

0 Komentar