Kasus Nikah Siri Anggota DPRD Kota Padang, BR: Saya Khilaf
SUMBARRAYA.COM - - - Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang,
BR mengakui telah menikah siri dengan N. Ia mengaku mengenal N pada
acara alumni salah satu sekolah di Kota Padang.
"Saya dan N satu alumni sekolahan. Kami kenal sejak 2016 acara alumni di
sekolah. Dia tamatan 2005, saya tamatan 1987," ungkap BR didampingi
istri pertamanya, LH kepada media ini, Senin, 4 November 2019.
Dikatakan BR, dirinya dan N sama-sama saling mendekati. N termasuk ke
dalam kepengurusan angkatan alumni. Akhirnya antara dia dan N timbul
rasa saling suka.
"Sejak 2016 itu, kami pacaran. Kami sering janjian di luar, ketemu di
luar. Kami pun sempat melakukan hubungan di luar nikah, sebelum akhirnya
memutuskan untuk menikah secara siri. Itu kami lakukan atas dasar suka
sama suka," ujarnya.
BR mengaku N sering menghubungi dirinya. Akhirnya keduanya menikah
secara siri pada 2016 di Kecamatan Bungus, Kota Padang. Namun, BR
menegaskan tidak pernah berjanji akan menikahi N secara resmi sesuai
aturan negara.
"Sebagai suami, saya memenuhi kewajiban saya, baik lahir dan bathin.
Saya memberinya uang belanja setiap minggunya, dan permintaannya yang
lain juga saya penuhi," jelasnya.
BR membantah soal dirinya menyuruh N melakukan aborsi.
"Saya tidak pernah menyuruhnya untuk melakukan aborsi. Tolong catat itu, tidak pernah sama sekali," pungkasnya.
BR mengatakan, tidak nyaman lagi dengan N. Pasalnya, N meminta sesuatu
yang tidak mungkin dapat dia penuhi. Bahkan, N selalu mengikuti setiap
langkah BR.
"Ada permintaan untuk menceraikan anak istri saya pada 2019. Dia makin
mendesak saya setelah saya dilantik sebagai anggota DPRD Kota Padang.
Saya tidak nyaman lagi, ketika setiap langkah saya dia ikuti."
cakapnya.
BR mengatakan, dirinya dan N tidak tinggal serumah. Mereka bertemu di
luar dan melakukan hubungan suami istri di hotel. BR pun mengaku khilaf
melakukan nikah siri dengan N.
"Saya khilaf. Saya sudah minta maaf ke istri pertama saya, dan dia
memaafkan saya dengan lapang dada, walau kami sempat ribut
kecil-kecilan," ungkapnya.
BR mengaku saat ini tidak lagi berhubungan dengan N.
"Saya tidak berhubungan lagi dengan dia sejak kami bertengkar di salah
satu hotel di Padang. Kami sempat dua kali bertengkar dengan dia. Saya
tidak mungkin berhubungan lagi dengan dia, karena dia sudah
membahayakan saya," tegasnya.
Bisa Memahami
Sementara itu, istri BR, LH mengaku bisa memahami tindakan suaminya, walau dia kecewa BR menikah secara siri dengan N.
"Otomatis saya kecewa, sempat ribut-ribut sedikit," ujarnya.
LH mengatakan, dirinya mengetahui BR berhubungan dan menikah siri dengan N pada 2016 tersebut.
"Saya tahu 2016. Bisa tidak bisa tentu saya terima, karena namanya
suami tentu ada kekhilafan. Saya telah memaafkan suami saya, karena saya
bisa memahaminya," tuturnya.
Motif Tak Jelas
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Padang, Erizal Syaf
menegaskan telah memanggil BR secara pribadi dan menanyakan persoalan
tersebut.
"Pak BR masih menunggu laporan dari wanita itu, namun sampai saat ini
tidak ada laporan. Surat keterangan nikah itu ada, untuk menghindari
zina. N itu ingin memiliki BR secara utuh, maka mulai lah terjadi
gesekan," terangnya, Senin, 4 November 2019.
Ia pun menegaskan, N bukan kader Gerindra, tetapi hanya relawan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
"Saya melihat motiv N ini tidak jelas. Saya sudah chek ke kepolisian,
tapi tidak ada laporan polisi dari N tentang kasus ini," pungkasnya.
(by/bentengsumbar.com)
No comments