Ilustrasi (net)
Sumbar Raya -- – Sebagian anggota DPRD Sumbar khawatir
target pertumbuhan ekonomi (PE) 2017 yang diajukan Pemprov tak tercapai,
karena dinilai terlalu tinggi yakni 6,16 persen. Sementara pemerintah
pusat saja hanya mematok 5,1 persen.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Liswandi mengatakan dibandingkan
2016, target 2017 naik terlalu jauh. Pada tahun 2016 ini target 5,58
persen. Namun kemudian didongkrak menjadi 6,16 persen untuk tahun
mendatang.
“Dibanding APBD 2017 saja sangat tinggi. Pemerintah pusat menargetkan
secara nasional PE hanya 5,1 persen,” ujar Liswandi, Minggu (6/11).
Pemerintah pusat, kata dia, bahkan menurutkan target PE secara
nasional untuk tahun 2017. Tahun 2016 ini target 5,58 persen namun
diturunkan menjadi 5,51 persen untuk tahun depan.
Menurutnya, target dipengaruhi oleh kesejahteraan masyarakat,
pembukaan lapangan kerja, dan bisnis-binis baru. Sumbar seringkali hanya
bergantung pada belanja pemerintahan. Jika belanja pemerintah semisal
anggarna pembangunan dan belanja aparatur macet, perekonomian akan ikut
terganggu.
Apalagi provinsi ini belum banyak industri dan perusahaan besar yang bisa diharapkan menopang ekonomi keseluruhan.
Selain Komisi II, beberapa fraksi juga menilai hal serupa. Fraksi
PDI-Perjuangan, PKB dan PBB DPRD Sumbar meminta Pemprov mempertimbangkan
kembali target PE tersebut. (sgl.net/titi)

0 Komentar